Senin, 24 Mei 2010

Tulisan Terakhir Di Bulan Mei

Perlahan semua berlalu. Dengan diiringi detak jam dan rotasi Bumi yang seirama, aku terhipnotis melalui semua hari, di bulan ini, bulan Mei. Mendekati tanggal yang semakin tipis, sama tipisnya dengan gairah hidupku.. sungguh, aku terlalu terlena dengan buaian egoku sendiri. Tanpa tersadar, tembok yang kubangun dalam istana hatiku, mulai goyah dan rapuh, sama rapuhnya dengan jiwaku.

Mustahil jika aku berjalan ke tanggal kemarin, aku hanya bisa membuka kalender dan menatapnya termangu. Hari kemarin,,,ada kesalahan di sana...aku ingin menghapus satu tanggal saja di Bulan Mei, satu saja, itu sudah cukup untuk mengubah keadaan yang semakin kacau. 

Aku tidak gundah, aku tidak resah, tidak juga sedih. Tapi ada khawatir di mataku, bingung menguasai semua pikiran ini. Bulan Mei saat ini memberiku banyak pekerjaan rumah. Mengasah jiwaku dengan begitu perih.

Harus apalagi..?

Tapi kini...
Aku berdiri di ujung Bulan Mei mengendap-endap menatap esok hari, berharap kutemukan jawaban atas semua ini...

Rabu, 05 Mei 2010

Aku Ingin Tidur

Semalam tidurku tidak nyenyak, selalu tersentak dalam durasi yang tidak bisa kutebak. Seperti putaran bola, sang malam sudah diganti dengan sinar yang begitu terangnya. Aku bangkit dari tempat tidur, kusempatkan melirik pantulan wajahku di cermin,, Ooh... sungguh berantakan. Kugerakkan tubuhku menuju kamar mandi. Guyuran air kali ini, juga tidak segar. Setelah 35 menit, kutinggalkan kamar mandi masih terbungkus handuk kuning yang bertuliskan namaku. Narsisnya.
Berbenah untuk memulai hari, berawal dengan doa, kutinggalkan rumah menuju tempatku mengais rejeki. Hingga tiba ditujuan pun, tiada semangat yang kuperoleh. Ditambah lagi aku disambut oleh pekerjaan yang sudah antri menunggu.
Jam berdetak, ngantuk tiba-tiba muncul... mataku sungguh sayu. Hembusan udara dingin dari AC seolah merayuku untuk tidur. Mataku hampir terlelap, namun dering ponselku membuat seisi ruangan terkejut, jantungku saja hampir copot. Tangan kiri masih menopang kepalaku, sepertinya aku mau rubuh saja. Lambat-lambat kubaca SMS tadi, isinya sungguh rumit untuk dibaca. Memang sms adalah pesan singkat, tapi bukan berarti isinya disingkat semua, membuatku linglung seperti ini. Mataku berputar berusaha memahami makna yang tertulis di sana.
Hff...aku mengerti, itu artinya malam ini aku tidak bisa tidur nyenyak lagi. Berbagi kamar dengan sepupu bukan hal yang sulit, namun jika tidur diiringi dengkuran sekeras suara bajaj, siapa yang sanggup? Akhirnya, aku memang benar-benar rubuh. Beberapa pasang mata memberi pandangan aneh, aku tidak peduli. Aku bangkit, kembali duduk pada posisi semula. Namun kali ini, kusandarkan kepalaku di atas meja, kuraih beberapa buku dan kujadikan bantal. Masih dalam hitungan detik ketiga, mataku terpejam sempurna. Duniaku kini terbang ke alam mimpi. Aku tidak peduli, aku hanya ingin tidur.... Mengertilah !!!