Perlahan semua berlalu. Dengan diiringi detak jam dan rotasi Bumi yang seirama, aku terhipnotis melalui semua hari, di bulan ini, bulan Mei. Mendekati tanggal yang semakin tipis, sama tipisnya dengan gairah hidupku.. sungguh, aku terlalu terlena dengan buaian egoku sendiri. Tanpa tersadar, tembok yang kubangun dalam istana hatiku, mulai goyah dan rapuh, sama rapuhnya dengan jiwaku.
Mustahil jika aku berjalan ke tanggal kemarin, aku hanya bisa membuka kalender dan menatapnya termangu. Hari kemarin,,,ada kesalahan di sana...aku ingin menghapus satu tanggal saja di Bulan Mei, satu saja, itu sudah cukup untuk mengubah keadaan yang semakin kacau.
Aku tidak gundah, aku tidak resah, tidak juga sedih. Tapi ada khawatir di mataku, bingung menguasai semua pikiran ini. Bulan Mei saat ini memberiku banyak pekerjaan rumah. Mengasah jiwaku dengan begitu perih.
Harus apalagi..?
Tapi kini...
Aku berdiri di ujung Bulan Mei mengendap-endap menatap esok hari, berharap kutemukan jawaban atas semua ini...
Tapi kini...
Aku berdiri di ujung Bulan Mei mengendap-endap menatap esok hari, berharap kutemukan jawaban atas semua ini...

Print this page

