Kangen dan rindu punya makna yang sama. Sebuah kata yang sangat indah, aku menyukainya melebihi suka ku terhadap ice cream ataupun cokelat. Tapi itu tidak melebihi rasa sukaku terhadapmu.. Hampir setiap pagi aku menciptakan semangatku sendiri. Berawal dengan doa, dan kemudian menatap fotomu dari ponselku yang mini. Itu memang tidak cukup untuk rindu ini, tapi mampu membuatku mengawali hari yang semakin sulit.
Meski banyaknya tugas dan pekerjaan dalam 24 jam, kamu juga akan hadir di sana, tidak pernah hilang sedetikpun dari saraf-sarafku. Rindu ini mengikatku dengan bayanganmu,,,iahh..hanya itu yang kumiliki...sebuah bayangan.
Kapan kamu hadir dengan nyata untuk menggenggam kedua tanganku atau untuk membelai rambutku? Tidak mungkin. Kamu sangat jauh. Hanya suaramu yang bisa kudengar dari ponselku yang mini.
Kemaren ada begitu banyak masalah di kantor. Banyak protes dan kritik yang dilimpahkan padaku. Wajah-wajah mereka sungguh menakutkan. Aku seperti tikus kecil yang terjatuh ke sarang ular piton.
Membela diri bukan saat yang tepat saat itu. Aku hanya diam membisu, membiarkan mereka berceloteh seperti anak ayam yang kehilangan induk. Dalam diam aku memikirkanmu, itu membuatku merasa damai. Telah terpupuk subur rindu ini dalam hati.
O ia, di luar sana ternyata awan mendung sudah menutupi langitku yang biru. Tapi masih jauh di sebelah barat. Mungkin angin akan membawanya kemari. Hingga langit di atasku berubah kelabu. Saat itulah akan kutitip salamku pada sang angin, mungkin dia bisa membawa terbang sebaris kata "aku kangen kamu" ke tempatmu nun jauh di sana.
Masih banyak pekerjaan yang tersusun dihadapanku, aku harap kertas-kertas itu bisa menungguku menyelesaikan kalimat rindu ini. Agar aku bisa menyelesaikan semua dengan baik.
Angin cepatlah datang kemari.
Silent place in my office, just remember you..

Print this page


0 komentar:
Posting Komentar