Meski tlah lama kita tak bertemu
ku s'lalu memimpikan kamu
ku tak bisa hidup tanpamu
aku rindu setengah mati,,kepadamu
sungguh ku ingin kau tau
aku rindu setengah mati
...........(D'Masiv)...........
Alunan lagu yang sangat melow, menggema di setiap sudut ruang ini. Kuiringi lagu itu dengan suara parau. Menciptakan suasana sendu seperti ini memang sangat mudah... semudah aku meneguk minuman dingin saat dehidrasi. Hufff.... Waktu selalu memberi aku pilihan, terkadang aku tidak ingin memilih. Memang benar, aku tidak pernah membuat pilihan, kubiarkan semua berlalu tanpa ada yang tersisa.
Itu bukan harapanku dari awal, dan mengulang bukan jawaban yang tepat hari ini. Sering kucuri waktuku dengan menoleh lagi ke belakang, aku tersenyum. Banyak jejak aneh yang kutinggalkan. Kurangkai semua kisah itu dalam sebuah album "Serpihan Ungu".
Aku tersadar, lembaran demi lembaran yang kutoreh ada kisah yang selalu hadir. Seperti sebuah sinetron dimana peran utama selalu ada pada setiap adegan yang ditayangkan. Ku lihat kembali, untuk meyakinkanku yang bimbang. Sungguh...itu memang benar. Cerita tentang kamu tidak pernah putus-putusnya. Tersusun bergitu rapi, namun tidak terjalin dengan baik, itu biasa.
Aku masih berdiri dalam kenangan di masa yang lalu,,,meski kamu tidak pernah menganggap aku ada (sungguh ironis). Pondasi menjadi sangat kuat, di saat waktu dan jarak yang semakin merenggang. Buatku itu sama saja, jauh atau di hadapanmu pun .. aku selalu merasa asing dan jauh. Seperti kata orang, jangan pernah menyerah. Aku memang tidak menyerah. Tiap hari kujalani dengan harapan, sebab aku memang punya keyakinan.
Dan akhirnya,,,sang waktupun iba melihatku. Semesta mengijinkan hal yang berbeda dari dugaanku yang selalu labil dan tak seimbang. Lembaran kali ini sungguh berwarna, kamu hadir di sana menorehkan berbagai warna indah yang belum pernah ku lihat sebelumnya. Ternyata usahaku tidak sia-sia. Benarkah ?
Keraguan mulai muncul, seharusnya ini yang kuinginkan. Kamu ada dalam hari-hari ku. Aku ada dalam hidupmu. Bukankah itu mimpi yang selama ini kubentuk? Mengapa saat itu ada dalam genggaman, goyah mulai menyerang?
Itu semua ada alasannya,, tapi kemana kucari jawaban semu itu? Entahlah.
Berdiam dalam hening ....
Akupun menjauh, dari apa ?
Dari kamu.
Mengapa ?
Karena aku salah... salah telah mencintaimu,,
salah karena menciptakan mimpi yang tidak bisa kuraih.
Berdiri dan berharap....
Serpihan biru akan berakhir, meski masih banyak lembaran yang kosong di sana. Aku berhenti untuk kisah itu. Sudah cukup semua. Semoga prosesnya tidak terlalu lama.
Ketika waktu memberi pilihan
Aku memilih menciptakan mimpi baru, tanpa ada cerita tentang kamu di sana,,,,

Print this page

0 komentar:
Posting Komentar