Senin, 15 Maret 2010

KECEWA

 Tepat tengah malam ... jam dinding di kamarku menunjukkan pukul 12 lewat 10 menit. Drrt...drrt..drrt.. itu getar ponselku. Kututup buku yang ku baca, segera kulirik dengan setengah hati, dan nama yang tertera di sana, ada namamu. Tapi aku tidak bergeming.
Malam ini berbeda dengan malam semalam, bahkan malam-malam sebelumnya. Sebelumnya aku gelisah menanti jam hemat untuk bisa mendengar suaramau, karena jarak kita sungguh teramat jauh, mungkin seperti melintasi dua galaksi (hyper..hmm..). Aku selalu rindu, meskipun kecewa sudah menyelimuti hampir seluruh ruang hati, tapi masih ada rindu terselip di sana. Aku benci dengan rindu ini, lebih menyiksa dari rasa kecewa yang kau beri padaku.
Drrt..drrt.. getarannya akhirnya berhenti. Kuraih ponselku dari balik bantal, ada 15 panggilan tidak terjawab, dan 10 sms masuk. Segera kutekan "delete all" tanpa membaca apa saja yang tertulis di sana. Aku menangis.
Sungguh rapuh memang. Kaupun tak tahu itu. AKu bukan malaikat seperti kau sebut, I'm not strong enaugh !! AKu juga manusia, sama sepertimu, bisa terluka, bisa kecewa bahkan bisa sakit kepala. Itu sudah cukup sebagai bukti bahwa aku manusia sederhana. Aku juga tidak bisa sempurna sesuai inginmu, hasian... 
Jangan paksa aku berbeda dari diriku sebenarnya.
Aku mencintaimu, karena aku mengikuti kata hatiku. AKu tidak ada alasan lain.. hanya itu alasan yang kupunya. Jangan paksa aku berbohong. Mengertilah dengan apa yang kumiliki, sayang....
Jika, memang engkau jenuh, berhentilah menghubungiku (meski ku tak rela), agar engkau tidak selalu gelisah, agar semua bebanmu musnah, agar semua khawatirmu hilang. Aku menunggu, hingga engkau kembali membawa cinta yang utuh, hanya untukku. Tapi jangan terlalu lama, karena aku manusia sederhana, bukan malaikat, yang bisa luluh pada hati yang lain, yang mampu membuatku lupa akan kamu, yang mampu membuat aku betah di dunia ini.


Malam ini akan menjadi malam yang panjang buatku, membunuh rinduku sendiri...

Mengertilah sayang, mengertilah padaku
Mart, 15th 2010 - in Jakarta, silent place..!

0 komentar:

Posting Komentar