Rabu, 09 Maret 2011

Sejenak Saja

Jam kerja masih panjang, mataku sudah bolak-balik melihat jam yang menempel di dinding kantor. Pukul 2 siang merupakan jam kritis melawan rasa ngantuk. Sudah beberapa hari ini hujan mengguyur Jakarta-ku. Siang ini juga sepertinya akan turun hujan. Dari kaca jendela, aku membuang pandanganku jauh melintasi sekat udara, yang terhambat oleh gedung-gedung tinggi nan mewah di ujung sana. Angin juga mencuri-curi masuk melewati celah jendela yang sempit, berusaha menggodaku untuk segera tidur. Awan gelap di atas itu, perlahan bergerak dan dengan sangat lambat, angin membawanya ke seberang sana. Di tempatku kini mendung semakin berkurang. Awan mulai bergerombol aneh seperti membentuk kelompok sendiri, terpisah dan menjauh. Mungkinkah angin membawanya ke tempatmu? O iya,, ada kamu di sana. Ingin sekali mengganggumu di siang seperti ini. Tapi, sepertinya kesibukanmu siang ini tidak bisa ditawar dengan rayuanku. 

Sibuk dengan dunia khayalku, ternyata hujan mulai menetes. Gerimis siang menambah lengkap rasa kantuk ini. Pesona keindahan tetesannya menghipnotis seperti lagu yang berdendang lembut di telingaku. Aku mengantuk, mengabaikan pekerjaan selama sehari akan membuat ku semakin sibuk di hari berikutnya. Butuh solusi cepat mengatasi ini semua. 



in my sweet office


Rasa Khawatir

Rasa Khawatir


Rasa khawatir tidaklah menghasilkan apapun. Ada dalam Alkitab. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 
(Mazmur 37 : 8).
Tidak ada perlunya untuk merasa khawatir. Tuhan memiliki segalanya dibawah kontrol-Nya. Ada dalam Alkitab, Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6: 31-33)
Kita tidak dapat menghilangkan rasa khawatir hingga kita menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik, yaitu doa. Ada dalam Alkitab, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:6-7)
Rasa khawatir hanyalah membuang waktu. Ada dalam Alkitab, Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? (Lukas 12:25-26)
Berikanlah semua rasa khawatirmu kepada Tuhan. Ada dalam Alkitab, Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5 : 7)


sumber : http://www.bibleinfo.com