Jam kerja masih panjang, mataku sudah bolak-balik melihat jam yang menempel di dinding kantor. Pukul 2 siang merupakan jam kritis melawan rasa ngantuk. Sudah beberapa hari ini hujan mengguyur Jakarta-ku. Siang ini juga sepertinya akan turun hujan. Dari kaca jendela, aku membuang pandanganku jauh melintasi sekat udara, yang terhambat oleh gedung-gedung tinggi nan mewah di ujung sana. Angin juga mencuri-curi masuk melewati celah jendela yang sempit, berusaha menggodaku untuk segera tidur. Awan gelap di atas itu, perlahan bergerak dan dengan sangat lambat, angin membawanya ke seberang sana. Di tempatku kini mendung semakin berkurang. Awan mulai bergerombol aneh seperti membentuk kelompok sendiri, terpisah dan menjauh. Mungkinkah angin membawanya ke tempatmu? O iya,, ada kamu di sana. Ingin sekali mengganggumu di siang seperti ini. Tapi, sepertinya kesibukanmu siang ini tidak bisa ditawar dengan rayuanku.
Sibuk dengan dunia khayalku, ternyata hujan mulai menetes. Gerimis siang menambah lengkap rasa kantuk ini. Pesona keindahan tetesannya menghipnotis seperti lagu yang berdendang lembut di telingaku. Aku mengantuk, mengabaikan pekerjaan selama sehari akan membuat ku semakin sibuk di hari berikutnya. Butuh solusi cepat mengatasi ini semua.
in my sweet office

Print this page
0 komentar:
Posting Komentar