Kamis, 22 April 2010

Harapan

akankah kita kan bersama
tuk waktu yang tak terhitung
bukan ku tak percaya katamu
bukan ku tak yakin hatimu
kuhanya memiliki harapan
tuk dapat bersamamu hingga nanti
salahkah diri ini yang semakin menyelamimu
hingga duniamu kini adalah duniaku..
kulebur rasa ini untukmu seorang
tanpa kupeduli lagi keinginanku..
karena kebutuhanku adalah bersamamu
kuharap kamu memahami rasa ini
melalui hatimu yang mencintaiku...

Selasa, 20 April 2010

Open Your Heart

I Didn’t Mean to Let You Down
You Have To Believe It
I Don't Know What Went
Through My Mind
But Now I Can See


That I Waited Too Long
To Tell You How Much It Matters
Just To Be Right Here With You
But I Couldn't Think Of Anything Better
I Should Have Told You So

Baby Open Your Heart
Won't You Give Me A Second Chance
And I'll Be Here Forever
Open Your Heart
Let Me Show You How Much I Care
And I Will Make You Understand
If You Open Your Heart
To Love Me Once Again

I'll Try To Make It Up To You
I Want You To Know
Baby I Swear That I'll Be True
And Never Let Go
If I Waited Too Long
To Tell You How Much It Matters
Just To Be Right Here With You
But I Couldn T Think Of Anything Better
I Should Have Told You So

Baby Open Your Heart
Won T You Give Me A Second Chance
And I'll Be Here Forever
Open Your Heart
Let Me Show You How Much I Care
And I Will Make You Understand
If You Open Your Heart
To Love Me Once Again

We Could Relive This Pain And Sorrow
But We Better Do It In Time
Start Over Here And Save Tomorrow
I Wanna Make You Mine

Open Your Heart With A Chance
And I'll Be Here Forever
Open Your Heart And I'll Care
And I Will Make You Understand
Oh Baby
If You Open Your Heart
To Love Me Once Again

Baby Open Your Heart
Wont You Give Me A Second Chance
And I'll Be Here Forever
Open Your Heart
Let Me Show You How Much I Care
And I Will Make You Understand
If You Open Your Heart
To Love Me Once Again

(Westlife)


 ...................
Baby open your heart to love me once again
....................

Jumat, 16 April 2010

Obrolan Meteor

Semalam, ketika browsing di internet aku membaca artikel yang mengatakan bahwa akan ada hujan meteor di langit malam ini juga. Wah... dag-dig-dug seketika jantungku. Selain dari fenomena alam yang sangat jarang terjadi, menurutku menyaksikan hujan meteor adalah salah satu petualangan seru, apalagi mitos yang mengatakan "make a wish" saat hujan meteor akan membawa dampak positif bagi sang wisher.

Kupersiapkan diri di loteng atas rumah. Dengan sentuhan romance dekoration ala korea di film-film, aku menyalakan beberapa lilin dengan mematikan lampu. Tidak lupa juga segelas cappucino cokelat kesukaanku dan juga beberapa potong kue. Tentu saja my littel nephew ikut serta, dia memang selalu ingin tahu apa yang aku lakukan. Sementara si Nyonya Besar Rumah alias kakak aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kami berdua. 

Berusaha melawan ngantuk yang selalu menempel di pelupuk mata. Momen ini ga boleh terlewati. Waktu berputar semakin mendekati tengah malam.

"Tante,,,kita sedang apa seh? si mungil Angel pun bertanya setelah sedari tadi duduk melongo memperhatikan aku yang krasak-krusuk.
"Nunggu meteor lewat dengan sinar terang di langit sana," jawabku sambil menunjuk ke atas
Dia pun ikut-ikutan mendongak ke atas.
Masih belum ada tanda-tanda di langit sana, kelam dan hitam. Si kecil Angel mulai bosan.

"Kok langitnya masih hitam, Tante? katanya dengan suara khasnya yg mungil sambil mengunyah potongan kue
"Ia neh... meteornya lama banget iah,," jawabku tidak sabaran dan mulai gelisah.

"Jangan-jangan, motornya lagi kena macet..." jawabnya polos tanpa mengalihkan pandangannya dari potongan kue ditangannya.
Aku menahan senyum. Dasar anak kecil. Emang dia pikir di atas sana seperti jalanan di Jakarta, meski sudah ada traffic light tetap saja macet.

"Di atas sana semua planet baik Bumi, Mars, Pluto dan bintang-bintang ga bakalan kena macet sayang, karena mereka punya lintasan orbit yang berbeda." aku mencoba menjelaskan, meski kutahu dia tidak akan mengerti di usinya yang belum genap 4 tahun.

"Pluto? Tadi siang Angel lihat si Pluto di ikat di pagar, kasihan...," dia terdiam sesaat, kemudian melanjutkan lagi "Tapi koq Tante bilang ada di langit, kapan perginya? tanyanya polos sambil menatap wajahku serius.
O ia, aku baru ingat, tetangga sebelah memelihara seekor anjing bernama Pluto. Anjing herder super galak yang mengejarku minggu lalu hanya karena lewat dari depan pagar rumah majikannya. Aku bergidik.

"Pluto yang ini beda loh, tanpa ekor, tanpa kepala, tanpa kaki maupun tanpa tangan. Pluto ini seperti Bumi, bulat begini," jelasku sambil mempraktekkan tangan membentuk lingkaran di angin. Dia manggut-manggut seolah-olah mengerti.
Kami terdiam. Hening sejenak. Pandangan mataku tetap tertuju ke langit. Memandang layar kosong yang hitam di atas sana. Dalam ruang hampa tanpa batas di atas sana aku menemukan bayangmu, tersenyum ke arahku, senyum yang sungguh menawan. 
Hmff...perih, dingin dan sendu

"Emang motornya punya sayap iah Tante, koq bisa terbang di langit," tiba-tiba suara mungil itu membawaku kembali ke alam nyata. Ku alihkan pandanganku ke wajahnya yang bingung.

"Hahahaha... bukan motor tapi meteor, ngucapinnya begini me - te - or," Ucapku perlahan. Pantes saja dia bilang macet.

"Ooohhh... metero, eh meteor..." jawabnya sambil senyum. Duh manisnya,,,buat aku makin gemes
Sudah sejam lebih dari pukul 12 malam, langit di atas kami masih kelam, eh... tiba-tiba gerimispun datang.
Hufff...sebeeel. Langit mendung menutupi pemandangan indah jauh di atas sana.

"Wah, gerimis....," seru ponakan kecilku
Aku mengangguk perlahan, sambil meneguk cappucino cokelatku hingga tetes terakhir. Hembusan angin membuat sinar lilin-lilin di sekeliling kami meliuk-liuk seperti seorang penari.

"Oooh Angel tau...," teriaknya kegirangan. Apa lagi neh bocah. Pasti membuat kesimpulan yang aneh lagi.
"Meteornya ga punya payung tuh, takut hujan kan. Nanti sinarnya basah deh,"
Bener kan? Apa aku bilang, kalau ngomongin hal rumit dengan anak kecil pasti akan semakin aneh.
Tapi setidaknya sifat polosnya mampu menghilangkan rasa rinduku pada sosok nun jauh di sana dan juga mampu meredam kecewaku terhadap sang meteor.
Mungkin Angel benar, sang meteor butuh payung.

Senin, 12 April 2010

Berakhir

Hal bodoh jika aku mengakhiri hubungan ini, hubungan yang selama ini aku impikan sejak dulu, sejak zaman seragam putih abu-abu, sejak masa itu, kisah enam tahun silam. Tapi akan aku lakukan, secepat mungkin. Lebih bodoh lagi jika aku bertahan dengan keadaan ini. Lebih tepatnya kasihan. Aku mengasihani diriku sendiri yang tak ubahnya seorang pengemis – pengemis cinta. Mengemis cinta darimu, berharap mampu miliki hatimu dengan utuh.

Tiga bulan, waktu yang sangat singkat. Aku tidak ingin berlanjut untuk empat, lima bulan berikutnya. Cukup sudah. Apa yang aku pikirkan? Bodohnya. Itu yang selalu terngiang. Cintaku bukan cinta buta, tapi bodoh. Menunggu enam tahun, menutup diri dari cinta yang lain. Awalnya, aku bangga dengan prestasi itu, karena memang tidak sia-sia. Kamu hadir mengisi hari-hariku, memberiku harapan masa depan. Aku tersadar, ternyata kamu tidak memberiku cinta. Perih menyusup menguasai sudut hati ini.

Hidup denganmu hanya akan sebuah ukiran indah dalam memori ini. Dan berharap bisa terhapus oleh putaran waktu.

Terpuruk? Mungkin. Kecewa? Sungguh sangat kecewa. Mendung di wajahku berubah menjadi tetesan air hujan. Sikapmu yang menghindar menunjukkan semuanya. Nada bicaramu juga tidak menyembunyikan isi hatimu. Siapa yang harus kupersalahkan? Doaku kah yang salah selama ini? Tuhan tidak bertanggung jawab atas itu. Dia telah mengabulkan doaku. Dia memberi jawabannya.

Sepenggal doa yang terucap, agar kamu menemukan sebuah hati yang terbaik, tempat hatimu berlabuh, yang bisa menemanimu hingga akhir usiamu, mampu menerima hidupmu seutuhnya, yang mengerti apa yang engkau butuhkan. Bisa mendamaikan saat kamu merasa resah, bisa mendengar saat kamu marah, dan bisa membuat kamu merasa sempurna dalam semua kekuranganmu. Sungguh, aku percaya semua kebaikan akan dilimpahkanNya buatmu. Tapi sepertinya bukan aku.

Seharusnya dari awal aku meminta agar engkau menyayangiku seperti kasih sayang yang kumiliki. Tapi ketulusan membuatku merana. Apalagi yang kunginkan? Aku juga tidak ingin memaksamu bahagia denganku. Hatiku tidak sekejam itu. Aku hanya tidak beruntung karena tidak bisa meraihmu.

Namun, aku masih punya hari-hari yang lain, untuk bisa kembali meminta padaNya, akan semua harapan dan mimpi yang ingin kuraih. Mungkin aku juga perlu meminta padaNya agar saat terbangun besok, aku bisa melupakanmu. Semoga permintaanku kali ini tidak salah lagi.

All is over...

Sabtu, 10 April 2010

Yang Kumau

Yang Kumau
 

Yang kumau sederhana saja
Duduk di bioskop menonton film yang kita suka
Memegang tanganmu dan menenangkan hatimu

Yang kumau juga tidak banyak
Makan bersamamu memandangi wajahmu
Memperhatikanmu tertawa dan merekamnya dalam otakku

Yang kumau hanya kamu...
Tepat, tidak lebih dan tidak kurang

Menunggu

Malam mulai merambat
Mengusur senja yang mulai memudar
Lampu jalan berpendar mencoba melawan gelap
Dan Aku,
Disini terduduk didepan layar putih
Membuka lembar kehidupan
Dalam ruang jendela tak berbatas
Menunggu sapamu!

Resah

Siangku seperti siang kemarin
Berlalu diruang ini
Memandang lurus layar monitor
Dari balik tirai bening korneaku
Ku selalu mendamba cahaya hangat pagi
Menikmati kemilau lembayung senja
Bersamamu

Cinta

Cinta?
Cinta bagiku seperti menulis dibibir pantai
Mengores dengan dalam
Namun hilang tersapu ombak
Secepat terukir
Secepat pula pergi
Tak pernah ada hati terdiam lama

Gerimis

Rindu...
Ya, aku rindu
Rindu pada hangat cahaya pagi
Mendung lebih sering hadir
Gerimispun suka berlama-lama menyapa
Aku rindu dirimu
Rindu dekap hangat kata-katamu
Lirih memercik api
Mengisi relung beku hati

Kamis, 08 April 2010

Susah Mengalah

Sebetulnya kita secara alamiah adalah makhluk yang mementingkan diri, jadi mengalah atau mendahulukan kepentingan orang merupakan sesuatu yang melawan kodrat manusiawi kita. Hal inilah yang merupakan salah satu yang melatarbelakangi kita mengapa kita susah untuk mengalah dan masih banyak hal lain lagi.
Tiga penyebab kecenderungan kita susah untuk mengalah:
  • Rintangan ego atau diri sendiri. Secara alamiah kita adalah makhluk yang mementingkan diri sendiri. Maka untuk mengalah yakni mendahulukan kepentingan orang merupakan sesuatu yang melawan kodrat manusiawi kita.
  • Rintangan orang lain. Kita menginginkan pengakuan dari orang dan sikap mengalah dianggap sebagai kekalahan. Jadi waktu kita mengalah kita berpikir orang melihat kita sebagai orang yang kalah. Akibatnya kita lebih susah untuk mengalah karena kita ingin mendapatkan pengakuan.
  • Rintangan budaya. Ada budaya-budaya tertentu yang menyuburkan rasa mengalah, jadi yang mulia adalah mengalah. Yang mulia adalah mengesampingkan kepentingan pribadi. Tapi ada budaya-budaya yang justru menyuburkan sikap tidak mengalah, budaya-budaya ini akan berkata kalau mengalah berarti engkau pengecut, orang yang pengecut dikeluarkan dari budayanya. Dari pada dia menanggung malu karena dianggap pengecut akhirnya terpaksalah dia menyuburkan sikap tidak mau mengalah, agar tetap bisa diterima sebagai bagian dari budaya itu.
Pandangan terhadap sikap mengalah berpengaruh besar terhadap keputusan kita bersedia mengalah atau tidak.

Sebagai penuntun bagaimana kita harus bersikap yang sesuai dengan firman Tuhan adalah: 
  1. Filipi 2:1-11, ayat 4, "Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."
  2. Yang Tuhan minta adalah kita mulai berpikir komunal, kita berpikir bahwa kita hidup dalam satu komunitas, dalam satu lingkungan masyarakat dan Tuhan meminta kita menjaga kelestarian masyarakat di mana kita tinggal. Dengan cara kita memperhatikan kepentingan bersama dan tidak hanya mementingkan kepentingan diri. Firman Tuhan sangat menekankan pola pikir komunal yaitu pikirkan orang, apa kepentingan orang mari kita lihat dan coba bantu. Jadi untuk bisa mengalah kita harus mulai mengubah pola pikir kita dari individual ke komunal.
  3. Ayat 3, "Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri."



    Ini hal yang sulit, menganggap orang lain lebih utama dari pada diri kita sendiri, tapi inilah yang Tuhan minta agar kita bersikap mandiri artinya bebas dari penilaian orang, apapun yang menjadi penilaian orang tentang diri kita karena kita mengalah jangan kita hiraukan. Bersikap mandiri dalam hidup, kalau kita perlu mengalah, kita mengalah dan meskipun itu harus mengorbankan kepentingan pribadi kalau memang ini hal yang Tuhan tuntut kita lakukan.


    Berikutnya adalah Tuhan mengajarkan agar kita mempunyai gaya hidup melayani, yaitu gaya hidup mendahulukan orang lain.
    Untuk bisa mengalah kita benar-benar memerlukan pertolongan ilahi, pertolongan Tuhan sendiri. Maka pada Filipi 2:5-11, Paulus mengajak orang Filipi untuk melihat kepada Tuhan Yesus, sebab Dialah contoh kita, teladan kita. "Kristus Yesus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah Bapa! Yesuslah Tuhan, model atau contoh bagi kita. Sikap merendahkan diri telah Tuhan contohkan kepada kita.


sumber : klik di sini

Selasa, 06 April 2010

Serpihan Ungu

Meski tlah lama kita tak bertemu
ku s'lalu memimpikan kamu
ku tak bisa hidup tanpamu
aku rindu setengah mati,,kepadamu
sungguh ku ingin kau tau
aku rindu setengah mati

...........(D'Masiv)...........


Alunan lagu yang sangat melow, menggema di setiap sudut ruang ini. Kuiringi lagu itu dengan suara parau. Menciptakan suasana sendu seperti ini memang sangat mudah... semudah aku meneguk minuman dingin saat dehidrasi. Hufff.... Waktu selalu memberi aku pilihan, terkadang aku tidak ingin memilih. Memang benar, aku tidak pernah membuat pilihan, kubiarkan semua berlalu tanpa ada yang tersisa.
Itu bukan harapanku dari awal, dan mengulang bukan jawaban yang tepat hari ini. Sering kucuri waktuku dengan menoleh lagi ke belakang, aku tersenyum. Banyak jejak aneh yang kutinggalkan. Kurangkai semua kisah itu dalam sebuah album "Serpihan Ungu".
Aku tersadar, lembaran demi lembaran yang kutoreh ada kisah yang selalu hadir. Seperti sebuah sinetron dimana peran utama selalu ada pada setiap adegan yang ditayangkan. Ku lihat kembali, untuk meyakinkanku yang bimbang. Sungguh...itu memang benar. Cerita tentang kamu tidak pernah putus-putusnya. Tersusun bergitu rapi, namun tidak terjalin dengan baik, itu biasa.
Aku masih berdiri dalam kenangan di masa yang lalu,,,meski kamu tidak pernah menganggap aku ada (sungguh ironis). Pondasi menjadi sangat kuat, di saat waktu dan jarak yang semakin merenggang. Buatku itu sama saja, jauh atau di hadapanmu pun .. aku selalu merasa asing dan jauh. Seperti kata orang, jangan pernah menyerah. Aku memang tidak menyerah. Tiap hari kujalani dengan harapan, sebab aku memang punya keyakinan.
Dan akhirnya,,,sang waktupun iba melihatku. Semesta mengijinkan hal yang berbeda dari dugaanku yang selalu labil dan tak seimbang. Lembaran kali ini sungguh berwarna, kamu hadir di sana menorehkan berbagai warna indah yang belum pernah ku lihat sebelumnya. Ternyata usahaku tidak sia-sia. Benarkah ?
Keraguan mulai muncul, seharusnya ini yang kuinginkan. Kamu ada dalam hari-hari ku. Aku ada dalam hidupmu. Bukankah itu mimpi yang selama ini kubentuk? Mengapa saat itu ada dalam genggaman, goyah mulai menyerang?
Itu semua ada alasannya,, tapi kemana kucari jawaban semu itu? Entahlah.
Berdiam dalam hening ....
Akupun menjauh, dari apa ?
Dari kamu.
Mengapa ?
Karena aku salah... salah telah mencintaimu,,
salah karena menciptakan mimpi yang tidak bisa kuraih.
Berdiri dan berharap....
Serpihan biru akan berakhir, meski masih banyak lembaran yang kosong di sana. Aku berhenti untuk kisah itu. Sudah cukup semua. Semoga prosesnya tidak terlalu lama.

Ketika waktu memberi pilihan
Aku memilih menciptakan mimpi baru, tanpa ada cerita tentang kamu di sana,,,,

Senin, 05 April 2010

Putus Asa ??

Saat aku sendiri, terkadang ketakutan datang merasuk pikiran dan jiwaku. Segalanya begitu buram dan kabur. Bagaikan menyetir mobil di pagi buta dengan kabut tebal yang menutupi pemandangan jalan. Aku tak tau apa yang akan terjadi di depan sana, di masa depanku. Terkadang gelisah sendiri akan semua masalah yang membuatku depresi. Tak ada jalan keluar. Aku seperti terkurung di sebuah kotak hitam yang tak dapat kutemukan pintu keluarnya.
Saat itu aku sendiri.
Tak ada orang lain di sampingku.
Sendiri.

Aku takut melangkah dengan setiap keputusan yang aku ambil. Ingin menjadi tegar dan tegas. Namun tak pernah bisa. Tak ada secercah sinar harapan yang kutemukan saat aku mencari-cari terang itu.
Ia bersembunyi. Hingga aku sendiri. Sendiri.
Aku ingin seseorang untuk bersandar. Seseorang untuk berpegangan. Seseorang yang menopangku. Menopang jalanku yang terseok-seok. Sepertinya hidupku sudah lama berakhir. Hanya ingin menemukan terang. Terang, kamu di mana? Aku mencarimu….

The Sense Of an Ending

Terkadang … aku masih merindukan saat-saat itu, bermimpi kembali ke masa dimana aku belum mengenalmu. Meski hanya memandangi dari kejauhan sambil menanti terbitnya sebuah senyum diwajahmu. Dan aku hanya bisa tertunduk malu bila tidak sengaja engkau menatap kearahku.
Iya…aku tau, aku memang seorang pemimpi yang bodoh.♥
Aku sendiri tidak yakin tentang perasaan ini, terkadang kau sangat dewasa bagai malaikat penolong, bertutur kata melampaui batas pikiranku, namun kau juga terlihat seperti cowok sok kuat dan menyebalkan. Tapi paling tidak aku bisa menjadi “seseorang” saat bersamamu.
Dan sekarang aku mulai mengenang kembali waktu itu, ada senyum di sana, tentang sebuah semangat yang berkobar meski hanya dari sms-sms yang kau kirimkan, tentang comment di wall facebook, tentang semuanya, walau ada perih terselip, itu biasa.

Mungkin…. Ini adalah catatan terakhirku tentang masa-masa itu, bersamaan dengan terbitnya ini di profilku aku akan mulai mencoba menatap masa depanku sendiri. Aku tidak peduli akan sejelek apa imejku di matamu nanti, mungkin juga catatan ini dibaca orang lain yang tidak berhak, dan berkomentar,,, aku mencoba tuk tidak peduli, sama sepertimu yang tidak mau peduli terhadap rasa ini.
Sebenarnya akupun tak bisa mendefenisikan rasa ini, aku tidak tau ini cinta, kagum, sayang atau sebatas suka?

////Aku berhenti berharap dan menunggu datang gelap
Sampai nanti suatu saat tak ada cinta kudapat
Kenapa ada derita bila bahagia tercipta
Kenapa ada sang hitam bila putih menyenangkan////
Sudah seratus kali lagu itu berputar dari speaker hapeku, lagu yang sedih dan penuh keputusasaan, tepat seperti perasaanku saat ini. Membuatku semakin mellow. Seandainya aku di kamar saat ini, akan segera ku kunci pintu, kubenamkan kepalaku di atas bantal dan menangis sepuasnya.
Yah.. aku menangis, seorang gadis rapuh menangis karena hal sepele. Aku sendiri bingung mengapa aku menangis. Aku menangis karena ingin menangis, itu saja.
Ini bukan cerita tentang Cinderella dengan happy ending, atau seperti sinetron picisan lainnya, ini kisahku yang tidak bisa kutebak.

“I’homme dans a sont livre etre en soi et etre pour soi”
Ia ADA karena ia ADA begitu saja dan ia ADA karena keADAannya sendiri.
Hpfff….
Terlalu filosofis iah…

Aku hanya bisa meringkuk di sini. Drrrt…Drrrt..Drrrt
Itu suara getar hapeku. Tanda telepon masuk. Namun aku tak bergeming, sebab itu bukan dari kamu, aku tau itu. Aku masih duduk di sini memeluk lutut. Aku ingin sendiri.

ENDLESSEND !
Dan Selesai .. !

Akhirnya kisah itu berakhir, siang yang terik jadi saksi, aku tidak menyangka ketika kau juga mengiyakan. Perih…..! Membiarkanmu berlalu

Aku yakin malam ini tidurku sama sekali tidak nyenyak, juga dengan malam-malam berikutnya. Hujanpun turun. Kini, akupun mulai tidak suka dengan hujan.
Hujan adalah peringatan, hujan adalah sepi yang menekan… Hujan adalah titik dimana semua rasa terlepaskan, terbebaskan ke bumi untuk kembali menguap ke awan. Ditambah, iramanya menghentak-hentak selalu memberikan rasa tidak nyaman padaku, entah kenapa, firasatku jadi tidak enak. Aku menjadi sangat pesimis.
////So many words for the broken heart, It’s hard to see in a crimson love
So hard to breath, W alk with me and may be, Night of light so soon become
Wild and free I could feel the sun, Your every wish will be done, They tell me
Show me the meaning of being lonely, Is this the feeling I need to walk with
Tell me why I can’t be there where you are
There’s something missing in my heart/////
The Sense of an ending
Seiring dengan berlalunya waktu,, berlalu juga lembar-lembar kisahku tentang semangat berkobar di Minggu pagi, tentang menunggu online di facebook maupun YM, tentang semua comment dan pesan di inbox, tentang aku yang tidak bisa tidur saat tengah malam tiba demi menunggu hapeku bergetar, tentang apapun, tentang semuanya, apapun tentang dia.
Walaupun aku tidak rela melepaskan semua itu pergi dari hidupku, namun jika sang waktu telah memutuskan sesuatu, siapa yang bisa melawannya? Siapa yang kuasa tuk protes padanya?
////Dan bila kau harus pergi, jauh dan takkan kembali
Ku akan merelakanmu, bila kau bahagia
Selamanya…
Disana,,,walau tanpaku////

 The End.....

Love Checklist

Love checklist adalah daftar kriteria pasangan hidup yang sedang Anda cari. Namun ini bukan seperti daftar belanja yang panjang karena daftar yang panjang justru akan menyulitkan Anda untuk menemukan hubungan. Sebaiknya Anda membuat love checklist sesederhana mungkin.
Sangat penting untuk mulai memikirkan kualitas yang ingin Anda dapatkan dari pasangan Anda. Namun pada saat membuat love checklist, Anda harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan Anda. Anda mungkin ingin pasangan yang menarik, berbadan atletis dan tegap tetapi Anda harus menyadari bahwa karakter jauh lebih penting dari penampilan fisik.
Paling tidak ada 5 hal utama yang harus Anda masukan dalam love checklist Anda, sebagai berikut :
1. Murah hati
2. Bersemangat dan menyenangkan
3. Mengharga diri sendiri dan orang lain
4. Menghargai keluarga
5. Menarik (yang membuat Anda ingin selalu ada di dekatnya)
Ketika Anda mempertimbangkan kelima hal tersebut maka Anda akan lebih mudah memutuskan siapa yang benar-benar cocok untuk menjadi pasangan Anda. Jangan menunda-nunda, bangunlah hubungan serius yang akan membawa Anda pada cinta sejati Anda.

Sumber : klik di sini



Sabtu, 03 April 2010

Salib



Mahalnya Kematian Yesus di Salib. 
Seorang bapak setengah baya bekerja pada sebuah perusahaan kereta api, dan tugas bapak ini mudah saja. Beliau hanya bertugas menarik sebuah tuas yang mengerakkan roda roda raksasa yang saling berhubungan untuk mengangkat jembatan yang merintangi jalan kereta api itu, sehingga kereta api tersebut dapat lewat dengan selamat. (tentu saja jika jembatan tersebut tidak diangkat ... maka kereta api itu akan mengalami kecelakaan yang sangat hebat).


Bapak ini mempunyai seorang anak satu satunya yang sangat dikasihi dengan segenap jiwanya. Suatu hari, anak bapak ini mengunjungi bapaknya dan bapaknya membiarkan anaknya melihat lihat tempat kerjanya. Sewaktu anaknya menghampiri roda roda raksasa tersebut, tiba tiba sang anak terpeleset dan jatuh diantara roda roda raksasa tersebut. Malang baginya.. kaki anak kecil tersebut terjepit dengan eratnya diantara gerigi roda-roda raksasa tersebut. Demi melihat kaki anaknya terjepit diantara roda-roda raksasa tersebut, sang bapak dengan serta merta berusaha menolong melepaskan kaki anak tersayangnya tersebut dari jepitan gerigi roda tersebut ...

Kamis, 01 April 2010

Arti Telur Paskah

Sumber : Internet Oleh : Yuliana klik di sini



Banyak sekolah minggu dan taman kanak-kanak serta sekolah dasar Kristen merayakan Paskah dengan berlomba mencari telur. Telur ayam atau telur itik yang sudah direbus dan dihias dengan aneka warna disembunyikan di antara semak di taman. Lalu anak-anak berlomba mencarinya. Ada juga perlombaan menghias telur. Telur itu diberi topi atau jenggot dan digambar menjadi badut berhidung merah atau tukang sulap bertopi tinggi dan sebagainya.

Kemudian pernahkah Anda perhatikan bahwa dikartu ucapan selamat paskah, biasanya selain gambar bunga ada juga gambar kelinci? Nah, apa hubungan Paskah dengan telur dan kelinci? Hubungan secara langsung sebenarnya tidak ada. Inilah latar belakang lahirnya tradisi merayakan Paskah dengan telur dan kelinci.
  • Tradisi
Pada jaman abad-abad permulaan, di Inggris orang sudah mengenal Dewi Eostre (di Jerman: Dewi Austro) sebagai Dewi musim semi atau Dewi kesuburan dan perpanjangan hidup, yang kira-kira dapat dibandingkan dengan Dewi Sri di Indonesia. Hari Paskah selalu jatuh di sekitar- hari-hari perayaan Dewi Eostre itu. Sebab itu lambat laun orang mengambil alih perayaan Dewi Oestre itu.